Posted by: eddyafrianto | 24/04/2009

tugas penanganan : beban pendinginan

Sebuah cold storage berukuran 4 m x 5 m x 2 m digunakan untuk menurunkan suhu 2 ton ikan nila dari suhu 270C hingga -200C. Titik awal pembekuan terjadi pada suhu -20C. Di dalam cold storage terdapat 5 orang pekerja yang bertugas membuka pintu sebanyak 3 kali, masing-masing 5 menit. Masa udara yang masuk ke cold storage 15 kg/dt dan Δh udara 15 Kj/kg udara. Penerangan cold storage menggunakan 6 buah lampu masing-masing berdaya 150 Watt yang dinyalakan 5 jam setiap harinya, sedangkan untuk memindahkan ikan digunakan forklift berdaya 2.5 Kw dan bekerja selama 18 jam setiap harinya. Apabila faktor koreksi forklift 1.25, panas ekivalen pekerja 0.3954, Nilai U = 0.2696 W/m2. 0K, Csebelum beku = 3.18 Kj/kg. 0K; hif = 235 Kj/kg; dan C setelah beku 1.72 Kj/kg0K. Hitunglah oleh Saudara :

  1. Beban pembekuan yang dialami cold storage tersebut.
  2. Apabila dimensi cold storage diubah menjadi 5 m x 6 m x 3 m, jumlah ikan 2500 kg dan dilakukan precooling hingga suhu awal menjadi 180C. Hitung perubahan beban yang dialami cold storage.
Posted by: eddyafrianto | 18/10/2008

CANDI CANGKUANG GARUT

Candi Cangkuang adalah candi Hindu yang terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Gartut, Jawa Barat. Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan roda empat. Dari pertigaan Nagrek-Garut-Tasikmalaya berjarak 9 km menuju ke arah kota Garut. Setibanya di Kecamatan Leles, sebelum alun-alun, belok ke kiri ke arah Desa Cangkuang. Dari belok ini, lokasi candi berjarak 3 km. Untuk mencapai lokasi candi, dapat ditempuh melalui pematang sawah, sepeda motor, atau naik rakit.

Candi yang ditemukan oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Candrasasmita terletak disalah satu pulau yang ada di Danau Cangkuang. Pulau yang memiliki luas 16.5 Ha membentang dari Barat ke Timur. Bangunan candi terdiri dari candi berukuran 4.7 m x 4.7 m dan tinggi 3 m; makam leluhur Arif Muhamad dan arca Shiwa. Badan candi berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 4.22 m x 4.22 m tinggi 2.49 m. Pintu masuknya terletak di sebelah Utara dengan ukuran tinggi 1.56 m dan lebar 0.6 m. Atap candi terdiri dari dua tingkatan. Tingkatan pertama berukuran 3.8 m x 3.8 m dan tinggi 1.56 m sedangkan atap tingkat kedua berukuran 2.74 m x 2.74 m dan tinggi 1.1 m. Keseluruhan bangunan hingga puncak mempunyai tinggi 8.5 m.

Disisi tingkat pertama terdapat hiasan berjumlah 8 buah dan di bagian atas atap tingkat pertama juga terdapat 8 buah hiasan kemuncak. Pada atap tingkat kedua juga terdapat 8 hiasan dan hiasan kemuncak yang tingginya mencapai 0.58 m. Hiasan kemuncak utama yang terletak di tengah dan puncak atap berukuran tinggi 1.33 m.
Di bagian dalam bangunan terdapat ruang berukuran 2.18 m x 2.24 m dan tinggi 2.55 m. Di lantai bagian tengah terdapat lubang berukuran 0.4 m x 0.4 m dan dalam 5 m. Lubang ini diisi pasir sehingga berfungsi sebagai stabilisator. Di atas lubang ini ditempatkan sebuah arca Hindu yang keadaannya sudah rusak.

Candi ini selesai dipugar tahun 1978. Bentuknya yang asli tidak diketahui, karena ketika ditemukan bangunan candi ini hanya 35 persen. Jadi sebenarnya, candi yang dapat dilihat sekarang merupakan hasil rekayasa rekonstruksi

Posted by: eddyafrianto | 12/10/2008

FENOMENAL CANDI BOROBUDUR

Candi Borobudur adalah candi Budha yang memiliki hampir 1500 relief dan 500-san stupa Budha di kawasan kompleksnya. Candi ini berhasil memikat hati jutaan wisatawan domestik atau mancanegera untuk mengunjunginya. Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga yang merupakan keturunan Wangsa Syailendra dari kerajaan Mataram Kuno. Menurut sejarah, candi ini selesai dibangun tahun 824 dan diperuntukan sebagai tempat ibadah.

Candi Borobudur merupakan bangunan yang memiliki 10 tingkat dengan tinggi 42 meter. Adapun urutannya dari bawah adalah : Enam tingkat pertama berbentuk bujur sangkar, tiga berikutnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat paling atas berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat.

Pada setiap tingkatan terdapat relief yang melambangkan tahapan kehidupan manusia. Tingkatan pertama, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Kondisi ini dilambangkan dengan patung Budha yang diletakkan terbuka. Tiga tingkat di atasnya disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Kondisi ini digambarkan dengan patung Budha yang terletak dalam stupa yang berlubang-lubang. Tingkat paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Relief di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Relief tersebut sebaiknya dibaca secara berurutan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi), sehingga dapat diikuti relief cerita Ramayana yang melegenda, relief yang menggambarkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan kemajuan pelayaran.

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.